MENJAGA BUMI

Saat ini mungkin kita merasa tidak dapat terpisahkan dari sebuah benda yang bernama plastik, benda ini mungkin bermakna sederhana dan seolah tak memiliki dampak yang serius pada pemakaiannya, namun pemikiran kita saat ini telah sangat amat salah karena benda ini sungguh memiliki dampak yang negatif bagi bumi sebagai tempat tinggal kita ini. Walaupun kita sudah mengetahui bahwa dampak plastik ini sangat berbahaya tetapi kita tidak memberhentikan penggunaan benda ini. Kenapa? karena beberapa masyarakat Indonesia masih kurang peduli terhadap dampak yang ditimbulkan oleh benda ini, sekarang ini yang hanya bisa dilakukan yaitu dengan mengurangi pemakaian plastik ini dan menggantinya dengan plastik yang dapat diurai atau tas yang dapat digunakan terus-menerus.

Hal diatas merupakan contoh sederhana dari pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam keseharian, hal lain yang bisa dikurangi dalam pemakaian plastik adalah penggunaan kemasan makanan dan minuman yang masih dengan plastik sehingga dirubah menggunakan bahan-bahan yang daoat didaur ulang. Contohnya kertas, kaca, aluminum foil, dsg. Di sekolah saya contohnya, SMKN 15 JAKARTA telah menerapkan kebiasaan baik tersebut dengan mengurangi penggunaan plastik dilingkungan sekolah terutama di kantin SMKN 15 JAKARTA. Semua makanan dan minuman yang menggunakan kemasan diharuskan tidak menggunakan plastik yang tidak dapat didaur ulang melainkan menggunakan kemasan yang dapat di daur ulang.

Selain mengurangi pemakaian plastik pada kemasan makanan dan minuman, SMKN 15 JAKARTA juga mengharuskan setiap warga sekolah untuk membawa dan menggunakan tumbler dari rumah untuk wadah minuman serta tempat makan untuk wadah makanan/bekal dari rumah. Hal tersebut sangat amat berpengaruh karena keseharian kita pastinya tidak dapat terlepas dari makanan dan minuman sehingga ide yang baik ini dapat timbul sebagai cara pengurangan plastik. Jika siswa/siswi yang tidak membawa atau tidak menggunakan tumbler maka akan dikenakan hukuman dengan membeli tumbler sebagai wadah minumannya ketika di sekolah. Saya sangat setuju terhadap kebijakan tersebut agar semua warga sekolah dapat disiplin dalam kerja sama mengurangi pemakaian plastik ini.

Kita harus cepat tanggap dalam pengurangan bahan yang sangat berbahaya bagi bumi ini karena jika bukan kita siapa lagi yang akan memperbaiki bumi ini, walaupun pada dasarnya kita lah yang merusak bumi ini secara perlahan. Namun tidak ada salahnya untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap sesuatu yang telah diperbuat.

Jika mulai dari sekarang kita tidak mengurangi pemakaian plastik ini maka dampak yang timbul sangat amat merugikan bagi semua makhluk yang ada di bumi kita yang telah rapuh ini. Dampaknya diantara lain yaitu, rusaknya ekosistem tanah, laut/air. Rusaknya ekosistem tanah di karenakan tanah tidak dapat menyerap air jika terdapat plastik yang tidak dapat di daur ulang diatas tanah tersebut sehingga pertumbuhan tanah menjadi terhambat. Ekosistem laut/air rusak dikarenakan sampah plastik yang tidak dapat terurai yang dibuang secara sembarangan oleh seseorang di kali/sungai maka dapat tersalurkan menuju laut yang akan dikonsumsi oleh makhluk laut contohnya ikan, maka ikan tersebut akan memakan plastik yang telah sampai dihabitatnya karena terlalu banyaknya plastik yang terdapat pada habitatnya itu. Penggunaan sampah plastik yang tidak dapat diurai jika ingin meminimalisir penumpukkannya hanya dengan cara membakarnya dan dengan membakar plastik ini maka dapat mencemarkan udara di sekitar pembakaran plastik tersebut bahkan ditempat lainnya, cara tersebut juga sebenarnya tidak dapat menghilangkan plastik secara utuh.

Bukankah hal tersebut sungguh mengerikan jika kita tetap tidak menerapkan pengurangan plastik untuk jangka waktu yang panjang? Marilah kita mengurangi penggunaan plastik dengan bahan-bahan yang dapat didaur ulang agar bumi kita dapat tersenyum tanpa beban yaitu plastik. 🙂

Kalau bukan kita yang memulai lalu siapa?

Sekian dari saya,

Siska Aulia (X OTP 1)

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started